Dewasa
Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa. Saat ini Dewasa dapat didefinisikan dari aspek biologi yaitu sudah akil baligh, hukumsudah berusia 16 tahun ke atas atau sudah menikah, menurut Undang-undang perkawinan yaitu 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita dan karakter pribadi yaitu kematangan dan tanggung jawab. Berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisten dan kontradiktif. Seseorang dapat saja dewasa secara biologis, dan memiliki karakteristik perilaku dewasa, tapi tetap diperlakukan sebagai anak kecil jika berada di bawah umur dewasa secara hukum. Sebaliknya, seseorang dapat secara legal dianggap dewasa, tapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang mencerminkan karakter dewasa.
"Dewasa" kadang juga berarti "tidak dianggap cocok untuk anak-anak", terutama sebagai suatu eufimisme yang berkaitan dengan perilaku seksual, seperti hiburan dewasa, video dewasa, majalah dewasa, serta toko buku dewasa. Tetapi, pendidikan orang dewasa hanya berarti pendidikan untuk orang dewasa, dan bukan spesifik pendidikan seks.
Jelas dari definisi tersebut menjelaskan bahwa Dewasa adalah sebuah pilihan yang dapat diambil oleh setiap orang pada usia berapapun. Usia tidak menjadi pointer akan kedewasaan, bahkan orang yang sudah "sepuh" pun belum tentu dewasa secara pikiran. kedewasaaan adalah label yang sering salah digunakan untuk memberi tanda pada usia. Padahal kedewasaan yang sebenarnya dilihat sikap, tanggung jawab, pola pikir, dan lain-lain.
Kedewasaan tidak dapat dibeli, tapi dilatih.Dilatih melalui berbagai permasalahan yang kita temui sepanjang rentang kehidupan kita. Dari sinilah analogi dewasa itu pilihan dapat dibuktikan. Ketika kita memberi respons terhadap permasalahan yang kita hadapi. Kita membentuk skema kita atas kedewasaan kita. Dewasa dapat terjadi pada anak kecil? Bisa saja, bukan hal yang tabu, Selama anak tersebut mampu memberi respon terhadap masalah secara pemikiran orang dewasa.
Sebetulnya dewasa juga erat dengan kepemimpinan atas diri sendiri. Setiap dari kita memimpin diri kita masing-masing, dan kita memimpin dengan gaya kepemimpinan kita sendiri. Kepribadian kita yang membentuk gaya-gaya kehidupan kita, gaya-gaya pemikiran kita, gaya-gaya pertemanan kita. Kepribadian kita yang unique adalah sesuatu yang tidak tergantikan. Tapi tentu bila kita ingin menjadi dewasa yang sebenarnya maka kita perlu menyesuaikan kepribadian kita dengan konflik atau masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan kita.
sekian dulu deh,, Gob bless.. semoga berguna,, ^^,


