- Sanguine
- Choleric
- Phlegmatic
- Melancholic
A Whole New Perspectives
Experiencing Psychology
- we should see the point of bad mood first, Bad mood may change people attitude because is a part of emotion that can control people act
- to think about it, it's natural to have a bad mood when our surrounding didn't support us. Heidy was in a bad mood because she was annoyed of her little brother
- physical condition also interact with emotional condition.
- what worsen the situation may make everything worse. Here we should see in Heidy opinion, Mark is her boyfriend, she may think that Mark could comfort her and make her mood better. But Mark was late at their date. She was disappoint at Mark.
Peristiwa di Sekitar Kita
Mengalah untuk Menang atau Mengalah untuk Lari?
- Sakit hati: mengalah seringkali juga bukan menyelesaikan masalah, melainkan memperuncing masalah yang ada, karena dalam mengalah, kerelaan orang dan kepribadian orang menjadi poin penting bagi proses mengalah itu sendiri.
- Menabur masalah baru: mengalah juga bisa memberikan komplikasi ketika kita tidak bertindak tegas akan posisi kita, justru akan menghasilkan banyak masalah baru
- Melemahkan karakter: mengalah yang keterlaluan justru akan mengakibatkan karakter orang yang berbahaya. Bisa karena mengalah menjadikan seseorang memendam emosi, atau justru seseorang menjadi sangat lemah dalam bersosialisasi
- Untuk apa anda mengalah: alasan apakah yang mendorong kita untuk mengalah menjadi penting, karena alasan ini memberikan kemanjuran bagi proses mengalah itu sendiri. Seperti saat mengalah untuk menyenangkan hati seseorang, tentu kita akan merasa lebih puas bila mengalah apabila kita mengalah karena memang sudah tidak mampu menghadapi situasi
- Fakta apa yang kita punya: bila dalam percakapan terjadi perselisihan, mengapa kita mengalah bila kita benar? Memang secara emosional dapat meredam permasalahan yang timbul, namun bila suatu kesalahan orang lain tidak kita beri tahu, bukankah hal tersebut justru dapat menjerumuskan orang itu sendiri?
- Berapa lama kita mengalah: secara pribadi saya lebih suka mengalah, namun kita perlu memberi batas waktu, sampai berapa kali kita mengalah, karena kita tetap memerlukan sosok diri kita menjadi orang yang tegas dalam bertindak. Hal ini berguna agar orang lain tidak mengatur diri kita sendiri dan mengakibatkan masalah bagi diri kita
- Nyamankah kita mengalah: dalam mengalah kita juga harus sedapat mungkin nyaman atas tindakan kita, karena bila kita tidak nyaman dengan tindakan tersebut, hasil yang kita terima kadang justru membawa masalah baru.
Efek Samping
- bahwa memang pada setiap tindakan, pasti ada efek samping yang akan terjadi
- kita tidak boleh lari dari efek samping itu, karena pada dasarnya kita pasti akan menghadapinya
- sebelum membuat sebuah tindakan ada baiknya kita berpikir mengenai efek samping apa yang akan kita terima, sehingga kita harusnya bersiap-siap akan efek samping tersebut
Tua dan Dewasa, Memimpin Diri..
Dewasa
Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa. Saat ini Dewasa dapat didefinisikan dari aspek biologi yaitu sudah akil baligh, hukumsudah berusia 16 tahun ke atas atau sudah menikah, menurut Undang-undang perkawinan yaitu 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita dan karakter pribadi yaitu kematangan dan tanggung jawab. Berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisten dan kontradiktif. Seseorang dapat saja dewasa secara biologis, dan memiliki karakteristik perilaku dewasa, tapi tetap diperlakukan sebagai anak kecil jika berada di bawah umur dewasa secara hukum. Sebaliknya, seseorang dapat secara legal dianggap dewasa, tapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang mencerminkan karakter dewasa.
"Dewasa" kadang juga berarti "tidak dianggap cocok untuk anak-anak", terutama sebagai suatu eufimisme yang berkaitan dengan perilaku seksual, seperti hiburan dewasa, video dewasa, majalah dewasa, serta toko buku dewasa. Tetapi, pendidikan orang dewasa hanya berarti pendidikan untuk orang dewasa, dan bukan spesifik pendidikan seks.
Jelas dari definisi tersebut menjelaskan bahwa Dewasa adalah sebuah pilihan yang dapat diambil oleh setiap orang pada usia berapapun. Usia tidak menjadi pointer akan kedewasaan, bahkan orang yang sudah "sepuh" pun belum tentu dewasa secara pikiran. kedewasaaan adalah label yang sering salah digunakan untuk memberi tanda pada usia. Padahal kedewasaan yang sebenarnya dilihat sikap, tanggung jawab, pola pikir, dan lain-lain.
Kedewasaan tidak dapat dibeli, tapi dilatih.Dilatih melalui berbagai permasalahan yang kita temui sepanjang rentang kehidupan kita. Dari sinilah analogi dewasa itu pilihan dapat dibuktikan. Ketika kita memberi respons terhadap permasalahan yang kita hadapi. Kita membentuk skema kita atas kedewasaan kita. Dewasa dapat terjadi pada anak kecil? Bisa saja, bukan hal yang tabu, Selama anak tersebut mampu memberi respon terhadap masalah secara pemikiran orang dewasa.
Sebetulnya dewasa juga erat dengan kepemimpinan atas diri sendiri. Setiap dari kita memimpin diri kita masing-masing, dan kita memimpin dengan gaya kepemimpinan kita sendiri. Kepribadian kita yang membentuk gaya-gaya kehidupan kita, gaya-gaya pemikiran kita, gaya-gaya pertemanan kita. Kepribadian kita yang unique adalah sesuatu yang tidak tergantikan. Tapi tentu bila kita ingin menjadi dewasa yang sebenarnya maka kita perlu menyesuaikan kepribadian kita dengan konflik atau masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan kita.
sekian dulu deh,, Gob bless.. semoga berguna,, ^^,


