Pages

After Years

Yes, here we go again. 

Sudah sekian lama vakum dari blogspot, kali ini saya memberanikan diri untuk kembali membuat postingan mengenai apa yang ada di pikiran saya. Dengan banyak beban baru mengenai apa yang sebenarnya ada di Indonesia dan permasalahan yang menjadi sorotan bagi saya.

Where do I start?
OK, let's talk about Indonesia as a nation first. Sebuah pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah "Indonesia bagi anda apa?". Bagi sebagian orang, akan dijawab dengan "Tanah tumpah darah saya", "negara saya", "tempat tinggal saya" dan lain sebagainya. Ya, itu tidak salah, namun apa "makna" Indonesia bagi anda? Mungkin ini merupakan pertanyaan bodoh yang banyak dilontarkan anak kecil, namun sebenarnya mendalam.

Kita bisa berkata, Indonesia adalah tempat, negara, dan lain-lain, tapi secara filosofis, apa arti Indonesia? Bagi saya sendiri, Indonesia tidak lebih sebagai wadah, wadah dari keberagaman yang ada di daerahnya. Akan tetapi wadah ini adalah wadah yang tidak dapat secara sempurna mengelola apa yang ada di dalamnya. Ada ruang kosong di dalamnya yang semestinya diisi. Dan bagi saya, yang hilang adalah komunikasi.

Anggaplah, Indonesia adalah sebuah ember, yang diisi oleh bola-bola yang beraneka ragam bentuk, bobot, warna serta ukuran. Seberapa banyak bola yang dimasukkan, tetap akan ada ruang kosong yang ada di dalamnya. Perumpamaan ini melambangkan apa yang kita sebut sebagai "keberagaman" kita. Di sini ijinkan saya berbicara mengenai etnis, agama, suku, ras, pendidikan, budaya, kultur, kasta, ekonomi, pemikiran, dan lain-lain. Hal yang secara nyata merupakan "perbedaan" diantara kita. Bola-bola ini sampai kapanpun tidak akan mengisi ember tersebut secara utuh. Akan tetapi, ketika dituangkan air ke dalamnya, celah diantara bola-bola ini dapat terisi. Air inilah yang bagi saya, dimaknai sebagai komunikasi. Dengan adanya komunikasi ini, ada pemahaman yang mendorong agar Indonesia menjadi sesuatu yang utuh, dan tidak merupakan sekedar wadah saja.

Mengapa saya berkata seperti itu? Bolehkah saya bertanya kepada anda, apa yang anda ketahui tentang konflik yang membara di antara kita, orang Indonesia selama ini? Kalau boleh ditelusuri, saya rasa jawabannya adalah karena TIDAK ADANYA KOMUNIKASI antara perbedaan-perbedaan tersebut. Dan, komunikasi yang saya maksud bukan hanya sekedar ngobrol saja. menurut saya, komunikasi yang dewasa, yang adanya TENGGANG RASA yang banyak hilang dari Indonesia saat ini. 

Beberapa waktu ini, saya kerap menemukan dalam realitas perkuliahan saya, abstainnya komunikasi yang bertujuan mencari mufakat. Bukankah ini salah satu ideologi negara kita? (saya tidak akan menyebut Indonesia sebagai bangsa, karena bangsa merupakan sesuatu yang homogen, sedangkan Indonesia merupakan kumpulan "bola" yang berbeda satu sama lainnya) Bukankah ini sesuatu yang aneh? Bahkan dalam saya rasa pendiri negara kita ini tentu sudah memikirkan adanya heterogenitas negara kita yang tidak mungkin disatukan. Bila kita bisa bertanya kepada para pendiri, kira-kira, inikah Indonesia yang mereka idam-idamkan? Ataukah kita membentuk Indonesia yang baru? Yang berbeda sama sekali dari apa yang mereka cita-citakan? Mengapa tidak sekalian saja mulai dari awal jika kita memang tidak ingin meneruskan apa yang mereka cita-citakan? Bagi saya, Indonesia saat ini adalah suatu bentuk "kegalauan" masyarakat mengenai identitas. 

Mengenai identitas ini, bila kita bercermin, sebenarnya kita tidak bisa menggunakan hal-hal seputar kenegaraan yang kita pelajari dari luar negeri. Terutama sistem kenegaraan yang digunakan. Mengapa? Bagi saya, ketika kita menggunakan adaptasi dari luar, maka itu bukan Indonesia. Sebagai contoh, demokrasi, menurut saya, demokrasi hanya bisa berjalan ketika masyarakat sudah dapat menerima perbedaan. Sementara, dalam pandangan saya, masyarakat Indonesia saat ini adalah masyarakat "muda" yang masi komunal dan tidak mau melihat adanya perbedaan di antara kita. Lalu apakah demokrasi bisa berjalan? Saya rasa jalannya akan pincang. Itu sama saja ketika kita bejalan dengan menggunakan motor yang ban-nya kempis, terseok-seok dan terancam jatuh.

Lalu apa yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia? Bagi saya, Indonesia butuh dewasa! Dan yang mengecewakan adalah, usaha untuk dewasa ini hampir mustahil dilakukan saat ini. Dewasa yang seperti apa? Itu pertanyaan yang bagus, lihatlah sebagai contoh ke Amerika Serikat, berapa tahun yang mereka butuhkan untuk dapat menjadi negara yang liberal? Saya rasa ratusan tahun pun tidak cukup, bahkan kurang. Tetapi paling tidak hal ini membantu memberikan gambaran. Bila dibanding dengan Indonesia yang hanya berumur seumur jagung ini, kita jelas kalah. Mereka memiliki waktu beratus-ratus tahun dalam mengembangkan "pola" mereka sendiri. Sedangkat kita baru seumur jagung! Pola ini tentu disesuaikan dengan karakteristik mereka. Tidak berdasar karakteristik negara lain!

Namun apa yang terjadi di Indonesia saat ini? Mengingat kerja kita yang tampaknya selalu bersetting dari luar negeri. Tentu apa yang ada di luar sana tidak sama dengan di Indonesia! Konyol jika kita hendak meniru apa yang ada di sana.

Mungkin sementara ini saya hanya bisa berbicara mengenai ini, dan ijinkan saya membahas hal selanjutnya setelah saya kembali merangkai pemikiran saya. Terima kasih telah membaca.

Well, Mankind is different each other

Semester telah selesai! Kelegaan dikeluarkan bersama dengan senyum dan keringat yang berkucuran selama berjalannya libur yang sudah lama kita, para mahasiswa nantikan setelah selama satu semester (lagi) kita bergulat dengan yang namanya tugas, laporan, tes, dll. Yak! Ada banyak cerita yang bisa kita ceritakan kepada keluarga dan orang terdekat kita tentang apa yang sudah kita alami selama satu semester lalu. Tentunya ada cerita sukacita, sedih dan banyak pengalaman lucu dan menarik, bahkan yang dapat memberikan pelajaran kehidupan kepada kita. 

Namun satu hal yang terbersit diantara nikmatnya masa liburan, yaitu bagaimana hasil pelajaran yang kita lakukan selama satu semester lalu. Ya itulah, yang kadang mengganggu liburan. Iseng-iseng, beberapa waktu ini saya mengikuti perkembangan update nilai yang digembar-gemborkan di beberapa group yang ada di Facebook. Melihat perkembangan di salah satu Group adik angkatan, saya jadi teringat masa awal kuliah yang juga sama "deg-deg'an" menunggu nilai yang tidak kunjung keluar meskipun sudah bersemedi beberapa malam bersama dengan rekan-rekan yang lain agar dapat nilai yang baik. Teringat masa-masa indah waktu masih menjadi mahasiswa tingkat 1 yang masih buta sana-sini dan masih banyak bingung dengan apa yang terjadi di dunia perkuliahan. Well, at least yang bisa saya lakukan hanya memberikan informasi dan membiarkan adik-adik saya berproses, sungguh menyenangkan melihat potensi-potensi tersebut terproses dengan sendirinya.

Kembali ke FB, di group yang lain pula, saya menemukan antusiasme yang sama yang tampak dari beberapa posting yang dengan semangat '45 menyuarakan "mana nilai? mana nih nilainya? dapet nilai apa ya? kapan nilai di upload?" Kadang menjadi lucu juga ketika kita yang biasanya melakukan SKS (Sistem Kebut Semalam) untuk mengerjakan tugas kita, tiba-tiba jadi bersemangat sekali menantikan nilai hasil SKS tadi. Dengan harap-harap cemas kita menanti nilai bagaikan macan kelaparan mencari mangsa. Namun ada juga, rekan-rekan yang masih santai dan tidak terlalu banyak meributkan nilai-nilai tersebut.

Respon yang bermacam-macam ini mengingatkan saya bagaimana manusia memiliki idealismenya sendiri, bagaimana kita berjuang untuk idealisme mereka sendiri. Sebagai sebuah contoh sederhana, ada beberapa rekan yang menganggap nilai sebagai sesuatu yang sangat patut diperjuangkan, bahkan ketika nilai tersebut hanya terpaut beberapa poin, sudah mengejar-ngejar untuk mendapatkan kenaikan nilai. Atau sebaliknya, nilai yang keluar, dirasa sebagai sebuah anugrah, terutama nilai A yang selam ini dinantikan sebagai hadiah dari Santa Clause. Sesuatu yang menarik melihat manusia berkembang dengan dinamisnya dan menciptakan berbagai opini dan idealismenya sendiri.

Dibalik itu, ada satu hal yang saya rasa sedikit mengganjal. Ada beberapa hal dari perbedaan ini yang kadang menimbulkan perdebatan, sebagai contoh nyata, masalah kebijakan yang memberikan nilai "bonus" ketika nilai terlambat muncul, di pergunjingkan dan diperdebatkan di dalam FB, dan menurut saya, pada dasarnya ini baik, namun perlu beberapa hal yang dilakukan agar perdebatan yang baik ini tidak berjalan menjadi perdebatan yang konyol dan hanya sebatas "opini" atau "wacana" saja.

Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan adalah (menurut pemikiran sederhana saya):
  1. Kenapa, keputusan atau suatu hal tersebut ditetapkan?
    • Esensi perdebatan, kenapa, kenapa suatu keputusan ditetapkan, adalah saat dimana kita mencari latar belakang keputusan ini dibuat. Baik latar belakang waktu, latar belakang kejadian, latar belakang suasana, dll. tanpa tahu apa yang mendasari sebuah keputusan diambil, sama saja kita tengah berjalan di tengah hutan dengan menutup mata tanpa tahu arah yang kita tuju.
  2. Realistis?
    • Berbicara tentang bagaimana sebenarnya keputusan tersebut diambil, di dalamnya sebenarnya kita membahas penting atau tidaknya sebuah keputusan itu diambil, berguna atau tidak, atau justru merugikan. Secara lebih dalam sebenarnya hal ini mempertajam latar belakang dari keputusan tersebut. 
  3. Ada opsi lain?
    • kalau kita menyanggah, satu hal yang harus diingat, adakah opsi lain yang bisa diambil? Keputusan apapun yang diambil pasti ada pertimbangan-pertimbangan yang sudah dipilih dari sekian banyak pendapat dan pilihan yang bisa diambil, bisa saja keputusan yang tampaknya tidak baik itu merupakan satu-satunya keputusan yang bisa diambil.
  4. Apa improvement yang bisa kamu beri? 
    • pada dasarnya mengatakan, "kalau kamu tidak bisa memberikan apapun, lebih baik diam saja" hal ini sebuah pertanyaan kepada diri kita sendiri, kenapa kita mempertanyakan keputusan itu, kalau memang mau bertanya dan menyanggah, berikan solusi juga dong, jangan hanya menjadi mahluk yang hanya bisa berkoar-koar di belakang tanpa memberikan kontribusi, manusia macam apa kita?
Di atas kita berbicara dalam bentuk organisasi, akan berbeda lagi ketika kita melakukan penilaian terhadap orang. beberapa hal yang dapat kita pelajari adalah pada intinya adalah berusaha melihat dari sudut pandang yang berbeda ketika kita melihat dan mengerti arti dari perbedaan yang ada.

Rasanya cukup sampai di sini dulu.. otak saya sudah sedikit meleleh ketika berpikir tentang manusia, karena ada banyak sekali hal yang bisa terjadi ketika kita membahas tentang manusia. Remember that we are different and no one of us is perfectly same.

A Whole New Perspectives

In life, we'll meet a lot of different people. Sometimes we met a Psychopath people, while in other time we met a man with full of kindness and compassion. Yes! Life is something colorful, believe it or not WE DO COLORFUL too!

So, how did we know that we are colorful? Let's see from this section: "Personalities" although there are so many personalities theories. The most common we can see is the theory from Galen from Roman Empire from 2 AD. The theory itself see that human personalities are like fluid in our body. Galen divide Personalities into 4 main types, they are:
  1. Sanguine
  2. Choleric
  3. Phlegmatic
  4. Melancholic
OK, let's not talk about the Personalities too deep. I will take you all into different position from this one. All we need to know is that we all have this 4 personalities! The difference is which one that dominant. But, hold on a sec! Well the biggest thing that make us colorful is that we do change our dominant part when we actually want it!

Yes, we can do that. It is difficult, but it is possible. So why it is make us colorful? Imagine, when in daily activities we were known as a Choleric-type personality, then just sometime we switch into Phlegmatic-type it will shock our friends. LoL :D

No, I'm not saying this as a prank (even actually it can be a prank) but to say that when we switch our personalities, actually we little by little can see another point of view of other people with this personalities.

Yes, to see from other perspective are important for our live. Imagine, while we give a joke to other friends, sometimes they will not say that what we said were jokes. Yes, because from their Perspective it's not a joke, moreover, it may can offend other people. It can make a serious threat for our relationship.

Education is another part of Perspective. For an example, a psychologist would say different from an electronic engineer about lazy worker. A psychologist may say that a lazy worker not actually lazy, but because there are many factor, such as his wages, his family motivation etc. But an electronic engineer may say that the lazy worker are not good enough to help him and prefer to make a robot that may help him to do his work.

But it is totally different concept when we said if higher people education, people may have better perspectives to see a problem. Well, even the smartest man in this world maybe only have little perspective about other people. Yes! it's not a guarantee that higher education may change people Perspective.

Social and Culture, is another story. Where we were came from, that's were our value comes from. Yes, our social and cultural value can make our perspective different from another. For instances, an Afro-American and Native-American may say different about freedom. For Afro-American people, freedom maybe is when they were equal with White People. For Native-American People, freedom maybe is when they were not colonized and having terror from White People. This is from centuries ago, and their value may change by now.

Experience is one big part for gaining other perspectives. We experience when we learn from our mistakes that's true. When we learn this, we should have find other perspective to see a problems. Our mistakes may have give something that shaking our life, but we can't see only the damage that our mistakes made. Moreover we need to see what experience that our mistake give!

Beside experience, communication is other great point for gaining perspective. We can also learn about perspective by talking to other people, especially to share their perspective about a problem. The funny thing is that in one side communication affect perspective, but in the other side, perspective affect communication. Yes, that this is are two point connection with double edge point.

There a lot of ways to learn about perspective. But the major ways was what i wrote down in this blog.

So, why we need another perspective? Well, we don't need it to live.. But we do need it if we WANT to make our life more interesting. We can say out perspectives, we can keep our perspective and then argue about a problem because we don't want to see from other perspective OR we can cope the problem by see from other problem and unite our points of view to solve the problem.

To have a good relationship we need a lot of training and do many mistakes and learn from these mistakes.

For the closing point, I can say that "everyone have good side and bad side, we can choose which one we would be just by change our perspective"
Happy Experiencing Life people :) God help us

Experiencing Psychology

Well.. Things about psychology isn't something rare to find in where we living. Everyday, in each interaction we made with other people is a psychological thing. Even when we thinking something for ourselves, it's a psychological action. Every moment we encounter Psychology, so it's not difficult to learn about psychology.

First thing first.. the easiest way to see Psychology is through emotion. Yes.. Emotion is part of psychology that can seen easily such as Anger, Happiness, Sadness etc. It's not hard to see it, but to understand it, it's a totally different story. Emotion that seen by us is not something that happen just like that.. Emotion we seen were accumulated things. Such as experience, problem, stress, thought etc.

To understand the emotion itself, we must understand the circumstances we encounter. Especially what make the emotion to rise up. For instance:
Heidy is upset to Mark, she don't want to talk to Mark for several days. Mark was so confuse and ask for your help to understand why she been acting like that. As far as we know, Heidy was in a bad mood when Mark comes late at their date. Moreover, her little brother been annoying and keep disturbing her. Yet she feel little dizzy when she waited Mark.

OK, let's analyze this case. What made Heidy so upset to Mark?
  1. we should see the point of bad mood first, Bad mood may change people attitude because is a part of emotion that can control people act
  2. to think about it, it's natural to have a bad mood when our surrounding didn't support us. Heidy was in a bad mood because she was annoyed of her little brother
  3. physical condition also interact with emotional condition.
  4. what worsen the situation may make everything worse. Here we should see in Heidy opinion, Mark is her boyfriend, she may think that Mark could comfort her and make her mood better. But Mark was late at their date. She was disappoint at Mark.
well in this short story we can see multiple point that make emotion turn to an act. Actually we can see many emotion when we do socialize. The deeper we socialize with another, the deeper we see about emotion. To feel and understand it we can't just talk.. we need to experiencing it.

I apologize if my writing was so boring.. actually i am not a good writer.. just to try to wrote something about what i feel

Peristiwa di Sekitar Kita

Ada banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita, mulai dari hal yang menyenangkan, hal yang lucu, konyol, atau bahkan hal yang menyedihkan sekalipun merupakan faktor yang membentuk diri kita.

Pelajaran yang kita ambil dari hal-hal yang terjadi di sini inilah yang seringkali kita sebut sebagai sekolah kehidupan sebuah sekolah di mana ilmu yang didapat tidak pernah setara, imbang, adil, sama, namun selalu cukup bagi kita untuk membentuk sebuah kepribadian dan sebuah keputusan yang kita ambil sebagai seorang pribadi.

Bagi remaja, khususnya anak sekolah, ini bukan hal yang mudah dipelajari. Pemikiran manusia memang berkembang secara berkala sejalan dengan pertambahan usianya. Hal-hal seperti ini kadang menjadi hal yang ada di luar konsep pemahaman remaja. Sebuah contoh sederhana, sebuah apel yang disorot oleh senter, akan tetap memiliki sisi gelap yang tidak terlalu tampak. Sama halnya dengan setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita.

Banyak kejadian khusus yang terjadi di dekat kita dimaksudkan agar kita belajar mengenai adanya sisi lain dari sebuah kejadian. Pembelajaran semacam ini bukan-lah hal yang mudah dipahami. Melihat dari sisi lain berarti menanggalkan kacamata pribadi dan subjektivitas dan mengenakan kacamata orang lain dan objektivitas.

Cara paling mudah untuk mengenal hal ini adalah dengan berusaha memerankan diri menjadi orang lain. Misal: dengan menempatkan diri sebagai seorang pedagang yang berada di pinggir jalan ketika kita berpikir bahwa para pedagang tersebut mengganggu kita. Cara ini relatif dapat digunakan untuk memaklumi masalah apa yang terjadi di kehidupan orang lain.

Ada banyak pembelajaran yang ada di sekitar kita, namun satu hal yang kita perlukan agar hal ini dapat kita pelajari adalah melalui kepekaan kita terhadap lingkungan.

Mengalah untuk Menang atau Mengalah untuk Lari?

Well.. We meet again fellas...

Tonight topic is about "Mengalah"

Mengalah secara harafiah dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk pengakuan atas kekalahan/ketidak-berdayaan kita terhadap kuasa/pendapat/dorongan dari orang lain. Di dalam kehidupan sosial kita tidak ayal, tindakan mengalah menjadi salah satu kunci penting dalam menjalin relasi dengan orang lain, baik teman sebaya, orang yang lebih muda maupun orang yang lebih tua. Mengalah dapat memberikan perasaan nyaman pada orang yang di"menang"kan, dan seringkali membantu menyelesaikan masalah yang timbul dalam menjalin relasi. Namun sering muncul berbagai permasalahan lain dalam Mengalah seperti:

  • Sakit hati: mengalah seringkali juga bukan menyelesaikan masalah, melainkan memperuncing masalah yang ada, karena dalam mengalah, kerelaan orang dan kepribadian orang menjadi poin penting bagi proses mengalah itu sendiri.
  • Menabur masalah baru: mengalah juga bisa memberikan komplikasi ketika kita tidak bertindak tegas akan posisi kita, justru akan menghasilkan banyak masalah baru
  • Melemahkan karakter: mengalah yang keterlaluan justru akan mengakibatkan karakter orang yang berbahaya. Bisa karena mengalah menjadikan seseorang memendam emosi, atau justru seseorang menjadi sangat lemah dalam bersosialisasi
Ada beberapa aspek yang menurutku seharusnya dipertimbangkan sebelum tindakan mengalah dilakukan, aspek-aspek tersebut diantaranya:
  • Untuk apa anda mengalah: alasan apakah yang mendorong kita untuk mengalah menjadi penting, karena alasan ini memberikan kemanjuran bagi proses mengalah itu sendiri. Seperti saat mengalah untuk menyenangkan hati seseorang, tentu kita akan merasa lebih puas bila mengalah apabila kita mengalah karena memang sudah tidak mampu menghadapi situasi
  • Fakta apa yang kita punya: bila dalam percakapan terjadi perselisihan, mengapa kita mengalah bila kita benar? Memang secara emosional dapat meredam permasalahan yang timbul, namun bila suatu kesalahan orang lain tidak kita beri tahu, bukankah hal tersebut justru dapat menjerumuskan orang itu sendiri?
  • Berapa lama kita mengalah: secara pribadi saya lebih suka mengalah, namun kita perlu memberi batas waktu, sampai berapa kali kita mengalah, karena kita tetap memerlukan sosok diri kita menjadi orang yang tegas dalam bertindak. Hal ini berguna agar orang lain tidak mengatur diri kita sendiri dan mengakibatkan masalah bagi diri kita
  • Nyamankah kita mengalah: dalam mengalah kita juga harus sedapat mungkin nyaman atas tindakan kita, karena bila kita tidak nyaman dengan tindakan tersebut, hasil yang kita terima kadang justru membawa masalah baru.
Setidaknya itulah beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mengalah. Mengalah bukanlah hal yang negatif, juga bukan hal yang positif. Mengalah adalah tindakan yang bisa bermanfaat dan bisa merugikan. Tindakan yang kita ambil sekarang ini sangat berpengaruh bagi kehidupan kita esok, salah satunya adalah mengalah itu. Be wise when we decide something. Night everyone

Efek Samping

Hidup penuh dengan pilihan, setiap pilihan menghasilkan efek, Positif dan Negatif, kita tidak dapat memungkiri hal ini. Seperti dalam contoh sederhana, kita dapat memilih makanan yang murah namun tidak terlalu enak, atau makanan mahal yang rasanya enak. Seperti itulah kehidupan, semuanya dipenuhi oleh efek samping.

Sebuah cerita menarik mengenai efek samping adalah ketika kita berbicara tentang climate change dan pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar kita. Sebetulnya kenapa terjadi climate change dan pencemaran lingkungan? Menurut saya, semua karena kebutuhan kita sendiri, dalam artian, semua ini karena kita menciptakan suatu kebutuhan yang merusak alam itu sendiri. Contohnya, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil, pada dasarnya ada karena kebutuhan kita akan energi, dan kita perlu menggunakannya untuk mempermudah kehidupan kita.

Pada dasarnya ilmu pengetahuan sama seperti sebuah sepeda, untuk menggunakannya, kita perlu berlatih dan mempelajarinya, kemudian setelah dapat menggunakannya, kita dapat memilih untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan penjambretan atau untuk mengantar surat. Ilmu pengetahuan kadang seperti sesuatu yang mentah yang dapat kita manfaatkan, namun dalam prakteknya ilmu pengetahuan bukan sesuatu yang tanpa pengorbanan. seperti climate change dan pencemaran lingkungan adalah efek samping dari penggunaan ilmu pengetahuan (saya tidak ingin berkata penggunaan yang tidak baik, karena pada kenyataannya ilmu pengetahuan masa itu tidak sama dengan ilmu pengetahuan saat ini, sehingga apa yang saat itu baik bisa saja sekarang adalah hal buruk)

Sebuah cerita lain adalah ketika kita memutuskan untuk berkuliah atau bekerja pada suatu tempat tertentu, tentu ada konsekuensi yang terkandung di dalamnya. Entah konsekuensi mengenai masalah jarak, ekonomi, emosional dll. Ada banyak faktor yang sering berperan dalam sebuah efek samping, setidaknya kita harus meraba-raba apakah kita siap akan efek samping dari perubahan yang terjadi tersebut.
Dari topik ini ada beberapa hal yang dapat kita ambil sebagai "pengetahuan" murni yang dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari:
  • bahwa memang pada setiap tindakan, pasti ada efek samping yang akan terjadi
  • kita tidak boleh lari dari efek samping itu, karena pada dasarnya kita pasti akan menghadapinya
  • sebelum membuat sebuah tindakan ada baiknya kita berpikir mengenai efek samping apa yang akan kita terima, sehingga kita harusnya bersiap-siap akan efek samping tersebut
Kehidupan, manusia memang bukan hal yang akan dimengerti dengan cepat, pembelajaran yang lama, dan terkadang menyakitkanlah yang pada akhirnya sering berperan dalam membentuk manusia. Dari sejarah kelamlah yang akhirnya menghasilkan sebuah tindakan yang benar-benar baru. Tetapi pada akhirnya kita perlu mengingat bahwa apa yang kita lakukan tidak akan pernah sempurna dan 100% berjalan seperti rencana kita. :) have a good days brothers and sisters