Pages

Well, Mankind is different each other

Semester telah selesai! Kelegaan dikeluarkan bersama dengan senyum dan keringat yang berkucuran selama berjalannya libur yang sudah lama kita, para mahasiswa nantikan setelah selama satu semester (lagi) kita bergulat dengan yang namanya tugas, laporan, tes, dll. Yak! Ada banyak cerita yang bisa kita ceritakan kepada keluarga dan orang terdekat kita tentang apa yang sudah kita alami selama satu semester lalu. Tentunya ada cerita sukacita, sedih dan banyak pengalaman lucu dan menarik, bahkan yang dapat memberikan pelajaran kehidupan kepada kita. 

Namun satu hal yang terbersit diantara nikmatnya masa liburan, yaitu bagaimana hasil pelajaran yang kita lakukan selama satu semester lalu. Ya itulah, yang kadang mengganggu liburan. Iseng-iseng, beberapa waktu ini saya mengikuti perkembangan update nilai yang digembar-gemborkan di beberapa group yang ada di Facebook. Melihat perkembangan di salah satu Group adik angkatan, saya jadi teringat masa awal kuliah yang juga sama "deg-deg'an" menunggu nilai yang tidak kunjung keluar meskipun sudah bersemedi beberapa malam bersama dengan rekan-rekan yang lain agar dapat nilai yang baik. Teringat masa-masa indah waktu masih menjadi mahasiswa tingkat 1 yang masih buta sana-sini dan masih banyak bingung dengan apa yang terjadi di dunia perkuliahan. Well, at least yang bisa saya lakukan hanya memberikan informasi dan membiarkan adik-adik saya berproses, sungguh menyenangkan melihat potensi-potensi tersebut terproses dengan sendirinya.

Kembali ke FB, di group yang lain pula, saya menemukan antusiasme yang sama yang tampak dari beberapa posting yang dengan semangat '45 menyuarakan "mana nilai? mana nih nilainya? dapet nilai apa ya? kapan nilai di upload?" Kadang menjadi lucu juga ketika kita yang biasanya melakukan SKS (Sistem Kebut Semalam) untuk mengerjakan tugas kita, tiba-tiba jadi bersemangat sekali menantikan nilai hasil SKS tadi. Dengan harap-harap cemas kita menanti nilai bagaikan macan kelaparan mencari mangsa. Namun ada juga, rekan-rekan yang masih santai dan tidak terlalu banyak meributkan nilai-nilai tersebut.

Respon yang bermacam-macam ini mengingatkan saya bagaimana manusia memiliki idealismenya sendiri, bagaimana kita berjuang untuk idealisme mereka sendiri. Sebagai sebuah contoh sederhana, ada beberapa rekan yang menganggap nilai sebagai sesuatu yang sangat patut diperjuangkan, bahkan ketika nilai tersebut hanya terpaut beberapa poin, sudah mengejar-ngejar untuk mendapatkan kenaikan nilai. Atau sebaliknya, nilai yang keluar, dirasa sebagai sebuah anugrah, terutama nilai A yang selam ini dinantikan sebagai hadiah dari Santa Clause. Sesuatu yang menarik melihat manusia berkembang dengan dinamisnya dan menciptakan berbagai opini dan idealismenya sendiri.

Dibalik itu, ada satu hal yang saya rasa sedikit mengganjal. Ada beberapa hal dari perbedaan ini yang kadang menimbulkan perdebatan, sebagai contoh nyata, masalah kebijakan yang memberikan nilai "bonus" ketika nilai terlambat muncul, di pergunjingkan dan diperdebatkan di dalam FB, dan menurut saya, pada dasarnya ini baik, namun perlu beberapa hal yang dilakukan agar perdebatan yang baik ini tidak berjalan menjadi perdebatan yang konyol dan hanya sebatas "opini" atau "wacana" saja.

Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan adalah (menurut pemikiran sederhana saya):
  1. Kenapa, keputusan atau suatu hal tersebut ditetapkan?
    • Esensi perdebatan, kenapa, kenapa suatu keputusan ditetapkan, adalah saat dimana kita mencari latar belakang keputusan ini dibuat. Baik latar belakang waktu, latar belakang kejadian, latar belakang suasana, dll. tanpa tahu apa yang mendasari sebuah keputusan diambil, sama saja kita tengah berjalan di tengah hutan dengan menutup mata tanpa tahu arah yang kita tuju.
  2. Realistis?
    • Berbicara tentang bagaimana sebenarnya keputusan tersebut diambil, di dalamnya sebenarnya kita membahas penting atau tidaknya sebuah keputusan itu diambil, berguna atau tidak, atau justru merugikan. Secara lebih dalam sebenarnya hal ini mempertajam latar belakang dari keputusan tersebut. 
  3. Ada opsi lain?
    • kalau kita menyanggah, satu hal yang harus diingat, adakah opsi lain yang bisa diambil? Keputusan apapun yang diambil pasti ada pertimbangan-pertimbangan yang sudah dipilih dari sekian banyak pendapat dan pilihan yang bisa diambil, bisa saja keputusan yang tampaknya tidak baik itu merupakan satu-satunya keputusan yang bisa diambil.
  4. Apa improvement yang bisa kamu beri? 
    • pada dasarnya mengatakan, "kalau kamu tidak bisa memberikan apapun, lebih baik diam saja" hal ini sebuah pertanyaan kepada diri kita sendiri, kenapa kita mempertanyakan keputusan itu, kalau memang mau bertanya dan menyanggah, berikan solusi juga dong, jangan hanya menjadi mahluk yang hanya bisa berkoar-koar di belakang tanpa memberikan kontribusi, manusia macam apa kita?
Di atas kita berbicara dalam bentuk organisasi, akan berbeda lagi ketika kita melakukan penilaian terhadap orang. beberapa hal yang dapat kita pelajari adalah pada intinya adalah berusaha melihat dari sudut pandang yang berbeda ketika kita melihat dan mengerti arti dari perbedaan yang ada.

Rasanya cukup sampai di sini dulu.. otak saya sudah sedikit meleleh ketika berpikir tentang manusia, karena ada banyak sekali hal yang bisa terjadi ketika kita membahas tentang manusia. Remember that we are different and no one of us is perfectly same.